Monday, March 22, 2021

Penyakit Kronis Untuk Peminum Alkohol


 

Alkohol mengandung zat adiktif, yang jika semakin banyak dikonsumsi, akan menimbulkan banyak kerusakan pada berbagai jaringan tubuh. Jika mengonsumsi alkohol secara berlebihan dalam waktu yang lama, maka akan memicu perkembangan berbagai macam penyakit kronis.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa penyakit kronis yang dapat menyerang para pecandu alkohol.

1. Penyakit hati
Penyakit kronis pertama yang rentan menyerang pecandu alkohol yaitu penyakit hati. Meski faktor genetik berperan besar dalam perkembangan penyakit hati, tetapi konsumsi alkohol yang terlalu banyak dapat meningkatkan risikonya.

Alkohol sebagian besar dimetabolisme oleh organ hati. Oleh sebab itu, hati sangat berisiko mengalami kerusakan. Tubuh memetabolisme alkohol menjadi asetaldehida, yaitu zat bersifat toksik dan karsinogenik.

Penyakit hati alkoholik (alcohol liver disease) dipengaruhi oleh jumlah dan durasi penyalahgunaan alkohol. Oleh sebab itu, peminum alkohol berat kronis berisiko besar untuk mengembangkan penyakit ini.

Penyakit hati https://www.buzzfeed.com/onlinejoker338 umumnya dimulai dengan penyakit perlemakan hati atau fatty liver. Melansir Medical News Today, mengonsumsi alkohol secara berlebihan secara intens dapat meningkatkan risiko perlemakan hati alkoholik, konsekuensi awal dan reversibel dari konsumsi alkohol yang berlebihan.

Minum alkohol secara terus-menerus juga bisa mengubah metabolisme lemak di hati, sehingga lemak berlebih menumpuk di hati. Selain itu, kebiasaan buruk tersebut juga dapat menyebabkan peradangan jangka panjang, yaitu hepatitis alkoholik.

Hepatitis alkoholik bisa menyebabkan jaringan parut. Jaringan parut yang disebabkan oleh peradangan, dikenal sebagai sirosis. Sirosis alkoholik merupakan tahap akhir dari penyakit hati alkoholik.

Pembentukan jaringan parut (sirosis) ini akan merusak hati. Hati yang semakin rusak akan menyebabkan zat beracun sulit untuk dikeluarkan dari tubuh. Jika hati tidak bisa menjalankan fungsi penopangnya, yaitu mengeluarkan zat beracun dalam tubuh, maka akan terjadi kegagalan banyak organ hingga kematian.

Gejala umumnya berkembang setelah kerusakan hati semakin parah. Melansir Healthline, perempuan berisiko lebih tinggi terkena penyakit hati alkoholik dibandingkan laki-laki. Alasannya yaitu karena tubuh perempuan lebih cenderung menyerap lebih banyak alkohol dan butuh waktu lebih lama untuk memprosesnya. Karena alasan itu juga, perempuan menunjukkan kerusakan hati yang lebih cepat dibanding laki-laki.

2. Penyakit kardiovaskular
Penyakit kronis kedua yang rentan menyerang para pecandu alkohol yaitu penyakit kardiovaskular. Asetaldehida dan radikal bebas bisa menyebabkan kerusakan sel dan pembengkakan, serta merusak konduksi dan memberi tekanan pada jaringan jantung, sehingga menyebabkan beberapa masalah seperti:

Serangan jantung dan stroke
Hipertensi
Gagal jantung
Kardiomiopati (pembesaran otot jantung)
Aritmia
Sebuah penelitian skala besar pada penduduk California, Amerika Serikat (AS), antara tahun 2005-2009 menemukan fakta bahwa penyalahgunaan alkohol meningkatkan lebih dari dua kali lipat risiko fibrilasi atrium dan gagal jantung, serta meningkatkan risiko serangan jantung sekitar 30 persen.

Melansir Medical News Today, stroke merupakan komplikasi yang berpotensi mematikan dari pesta minuman keras. Fluktuasi tekanan darah dan peningkatan aktivasi trombosit umumnya terjadi selama proses pemulihan tubuh dari pesta. Kombinasi mematikan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke iskemik (terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke otak terhambat).

3. Kanker
Menurut keterangan dari National Cancer Institute, alkohol berkontribusi pada beberapa jenis kanker. Semakin banyak seseorang minum alkohol, maka semakin besar juga risiko mengembangkan beberapa jenis kanker.

Peminum alkohol berat dikaitkan dengan hampir setiap kanker, kata Dr. Kenneth Leonard, direktur Clinical and Research Institute on Addictions, University at Buffalo, AS. Melansir DrugRehab.com, para ahli percaya bahwa alkohol berkontribusi pada risiko kanker dengan cara:

Membuat molekul dan bahan kimia yang bisa merusak DNA, protein, dan lemak
Mengganggu cara tubuh dalam menyerap nutrisi yang mencegah kanker
Meningkatkan kadar estrogen (terkait dengan kanker payudara)
Beberapa minuman beralkohol kemungkinan juga mengandung racun penyebab kanker, yang masuk selama proses fermentasi. Beberapa jenis kanker yang sering disebabkan oleh alkohol yaitu:

Kanker kepala dan leher
Kanker esofagus
Kanker hati
Kanker payudara
Kanker kolorektal

4. Kerusakan otak
Melansir Medical News Today, pengaruh alkohol pada otak membuat seseorang mengalami penglihatan kabur, kehilangan ingatan, bicara cadel, kesulitan berjalan, dan waktu reaksi yang lambat.

Selain itu, pengaruh alkohol juga dapat mengubah reseptor otak neurotransmiter, sehingga mengganggu fungsi kognitif, emosi, suasana hati, dan  respons seseorang pada berbagai tahapan.

Alkohol juga merupakan depresan sistem saraf pusat, sehingga menyebabkan penderitanya kesulitan dalam memproses informasi dan menimbulkan tantangan dalam memecahkan masalah yang sederhana.

Selain itu, efek alkohol pada reseptor serotonin dan GABA bisa menyebabkan perubahan neurologis, yang bisa menyebabkan menurunnya ketakutan normal seseorang terhadap konsekuensi dari tindakan yang dilakukannya, berkontribusi dalam pengambilan risiko, atau perilaku kekerasan.

Alkohol juga bisa mengganggu koordinasi dan keseimbangan motorik halus, sehingga sering menyebabkan cedera karena jatuh. Selain itu, minum alkohol secara berlebihan juga bisa menyebabkan pingsan atau ketidakmampuan untuk mengingat peristiwa.

Konsumsi alkohol dalam jangka panjang bisa mempercepat proses penuaan normal otak, yang nantinya bisa menyebabkan demensia dini yang permanen.

Otak akan masih terus berkembang hingga usia 24 tahun, sehingga orang dewasa muda sangat rentan pada efek yang merusak dari alkohol.


Penyakit Kronis Untuk Peminum Alkohol

  Alkohol mengandung zat adiktif, yang jika semakin banyak dikonsumsi, akan menimbulkan banyak kerusakan pada berbagai jaringan tubuh. Jika ...